Monday, May 14, 2012

Tidak ada salahnya

Tak ada rotan, akar pun jadi

Peribahasa itu mungkin tepat untuk menggambarkan pengalaman saya hari minggu kemarin (13/05/12). Saya bersama istri jalan-jalan ke mal untuk berbelanja kebutuhan bulanan. Kami keluar sekitar jam 11.00 siang. Saya mengenakan celana jins tiga perempat untuk menunjukkan sisi casual karena selama 6 hari berturut-turut saya selalu keluar dengan baju rapi versi kantor. Satu hal yang tidak terpikirkan oleh saya adalah bagaimana kalau nanti belanjanya sampai masuk waktu sholat Dzuhur dan Ashar? Saya tidak membawa sarung untuk sholat. Apalagi saya menggunakan celana pendek. Saya mencoba berpikir positif saja, kan di masjid atau musholah pasti ada sarung yang tersedia.

Kami berangkat di saat yang kurang tepat karena siang hari merupakan waktu terpadat di jalan raya utama Bandarlampung. Perjalanan dari Rajabasa mencapai Tanjung Karang dengan sepeda motor ternyata memakan waktu sekitar 30 menit. Kami tidak langsung menuju mal, tetapi terus ke Gramedia untuk memenuhi hasrat untuk membeli buku. Yah, setidaknya setiap bulan saya harus mengeluarkan uang untuk buku. Itu sudah kebiasaan yang saya bawa sejak sekolah dulu. Selesai membeli buku karangan Remy Sylado, kami langsung menuju mal Chandra.

Mal Chandra hari itu padat. Kami tiba saat azan Dzuhur berkumandang. Saya memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di mushola mal. Satu hal yang menjadi permasalahan, mushola mal Chandra tidak menyediakan sarung. Saya sempat terpikir untuk mencoba celana panjang dan saya gunakan hanya untuk sholat. Tapi bagaimana caranya. Jangan-jangan nanti dianggap pengutil lagi. Hmm..terlalu beresiko. Saya juga sempat terpikir untuk membeli celana atau sarung. Tapi harganya terlalu mahal. Akhirnya saya menggunakan bawahan mukena wanita sebagai sarung saya. Beberapa wanita menatap heran ke arah saya karena mungkin hal yang aneh ketika seorang lelaki menggunakan bawahan mukena. Tapi, tekad sudah bulat. Lebih baik pakai bawahan mukena daripada tidak sholat. Semoga tetap ikhlas.

Peristiwa itu memberikan pelajaran penting bagi saya. Sebelum memutuskan menggunakan celana pendek untuk jalan-jalan, pastikan bawa sarung. Atau pakai celana panjang saja biar aman, kecuali kalau jalan-jalannya tidak pada saat mendekati waktu sholat wajib.