(Tok Penghulu)
NIKAH. Siapa yang tidak ingin menuju ke sana? Pasti semua orang ingin merasakan bagaimana pernikahan itu. Tapi tidak semua orang yang benar-benar bisa merasakan pernikahan. Tapi terkadang ada orang yang tidak percaya lagi dengan kehidupan pernikahan. Bagi saya, pernikahan adalah gerbang untuk menyempurnakan agama. Bagaimana tidak? Pernikahan mempertemukan dua insan, dua keluarga, dua kebiasaan yang berbeda, dan banyak lagi yang dipertemukan. Harapan pernikahan agar tumbuh menjadi keluarga baru yang diberkahi oleh Allah.
Saya terkadang berpikir, mengapa terkadang rasanya begitu berat untuk menuju jenjang pernikahan. Mungkin karena masih merasa kehidupan lajang lebih indah, atau belum siap secara fisik maupun mental. Atau ada sebuah tuntutan yang harus dipenuhi untuk menuju jenjang pernikahan. Baru saja saya membahas tentang ritual pernikahan yang dilaksanakan oleh setiap suku yang ada di Indonesia. Ada suku yang begitu ketat dengan adat mereka, sehingga pernikahan harus serba mewah. Kalau perlu jual tanah pun dilakukan demi menyelenggarakan pesta pernikahan. Jika tidak ingin malu dengan dewan adat mereka. Ada suku yang mengharuskan lelaki membeli semua gelar yang dimiliki oleh sang perempuan. Semakin banyak gelar yang dimiliki, semakin banyak juga dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan pernikahan.
Terlepas dari semua itu, sebenarnya saya berpendapat bahwa nikah tidak perlu terlalu mewah. Apalagi jika dana tidak mencukupi untuk pesta pernikahan. Pernikahan adalah peristiwa sakral yang seharusnya diisi dengan memohon doa pada Sang Khalik agar diberi kemurahan dalam rezeki, dan kemudahan dalam menjalani rumah tangga. Setidaknya saat walimatul 'ursy, ada keluarga dekat maupun yang jauh datang agar mengetahui berita gembira dalam keluarga mereka. Itu sudah cukup menurut saya. Tapi jika ada kelebihan dana, barulah bisa diisi dengan memberikan hiburan bermanfaat bagi tamu undangan. Bukan dengan lagu erotis yang terkadang terjadi di beberapa tempat.
Tulisan ini sebenarnya membuat saya lebih tenang dalam menghadapi persiapan pernikahan. Juga sebagai sedikit kerisauan dalam hati, apakah nantinya bisa mengemban tugas sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga kelak di kemudian hari. Semoga semua yang telah dipersiapkan dapat terlaksana dengan baik. Jika Allah menghendaki, niscaya semua akan terlaksana. Amin.
Kelana berjalan di balik dinding
Mencari sela kokohnya tugu batu
Rindu terkasih tak tertanding
Berharap segenap hati menjadi satu