Siapa yang tidak kenal dengan Wolfgang Amadeus Mozart, Albert Einstein, Linus Torvald, Mark Shuttleworth, dan Mark Zuckerberg. Karya mereka telah mendunia di bidang yang mereka geluti. Karya yang mereka hasilkan menjadi sebuah tren bagi insan manusia. Mengapa mereka mampu menghasilkan karya yang begitu dahsyat? Jawaban yang bisa saya berikan adalah karena mereka bebas dalam berpikir. Inilah topik yang menjadi critical issue di lingkungan saya sekarang.
Apa jadinya Teori Relativitas jika Einstein masih terkungkung dengan teori Newton? Apa jadinya Facebook jika Mark terkungkung dengan tekanan yang diberikan oleh lingkungannya? Tentu saat ini kita tidak akan merasakan kehebatan karya itu. Mereka berpikir bebas dan tidak terlalu takut dengan keadaan yang ada di luar mereka. Bahkan mereka bisa menciptakan lingkungan mereka sendiri. Tapi apakah semua orang bisa melakukan itu? Bisa ya bisa tidak. Orang yang mampu melakukan hal itu adalah orang yang awalnya berasal dari lingkungan yang sudah mengedepankan kemandirian berpikir. Tapi orang yang tidak berasal dari lingkungan seperti itu akan terkungkung dengan lingkungan pragmatis dan statis.
Saya melihat kebanyakan orang yang mengalami hal ini adalah mahasiswa saya sendiri. Saya selalu bertanya mengapa mereka terlalu takut untuk berpikir kreatif. Dan baru-baru ini saya menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan saya selama ini. Ternyata lingkungan yang mereka tempati adalah lingkungan yang mengungkung kebebasan itu sendiri. Ketika saya berusaha mengajak mereka untuk berpikir bebas, mereka seolah-olah takut akan sesuatu. Terkadang mereka hanya bisa bercerita di belakang, tapi tidak bisa menyatakan hal itu secara frontal. Mungkin ini adalah lingkungan jelas-jelas berbeda dengan lingkungan saya ketika kuliah dulu.
Apa kiranya yang dapat saya lakukan untuk membawa mereka untuk berpikir bebas? Tidak perlu bertindak secara bebas, berpikir dulu. Tentunya kebebasan ini bukan berarti kebebasan yang tidak mengikuti aturan moral. Jangan sampai tulisan ini diartikan sebuah bentuk provokasi untuk bertindak bebas tanpa etika yang baik. Kebebasan ini berarti kemerdekaan kita untuk menentukan pilihan kita sendiri tanpa harus ikut dengan kata orang lain. Kebebasan ini juga yang diharapkan dapat membangkitkan jiwa muda mahasiswa untuk berkreasi. Bukankah semboyannya Kreatif dan Inovatif? Jadi mengapa harus mengungkung kreativitas pemikiran itu sendiri? Biarkanlah jiwa muda itu mencari jalannya sendiri. Saya hanya bisa menunjukkan beberapa jalan yang boleh ditempuh. Tapi tidak harus dipilih.
At last. I hope we can make it real.
Independence of Thought for the Greatest Creation
1 comment:
nanti klo saya minta bantuan TA jng di ekspose yupz,,, hehhehehe
Post a Comment